Rabu, 10 Juni 2015

PROFIL DESA

Sejarah desa
                Desa pete berdiri pada tahun 1932, kepala desa yang pernah  menjabat di desa pete yaitu :
1.       SAKIJAN                              tahun  1932 s/d tahun 1950
2.       JUHA                                   tahun  1950 s/d tahun 1970
3.       DURAHMAN                         tahun  1970 s/d tahun 1993
4.       DULHANAN                         tahun  1993 s/d tahun 2001
5.       MAHMUDIN                         tahun  2001 s/d tahun 2007
6.       SUPARDI                            tahun  2007 s/d tahun 2013
7.       SAINS SAPUTRA, SE.    tahun 2013 s/d sekarang.

DEMOGRAFI
        Desa pete terletak di sebelah timur Ibukota Kecamatan Tigaraksa dengan jarak 2, 5 km, dengan lama tempuh ¼ jam dan sebelah utara berbatasan dengan wilayah serta dilewati jalan utama Jl.Syekh Mubarok yang menjadi pintu gerbang ibu kota kabupaten Tangerang dengan jarak 2 KM, dapat ditempuh dengan waktu ¼ jam ke ibu kota kabupaten Tangeranig, dengan pembantu pemerintahan terbawah, terdiri dari 6 Dusun , 10 Rukun Warga / RW , dan 34 Rukun Tetangga / RT.

LUAS WILAYAH
        Desa Pete dengan luas: 260,99 Ha dan merupakan daerah daratan rendah dengan ketinggian dari permukaan laut  48 m dengan suhu udara 27C - 33 C. Jarak tempuh dari pusat pemerintahan Desa Pete dalam melaksanakan hubungan dan komunikasi kerja dengan pemerintah di atasnya secara berjenjang sebagai berikut:
1.       Dengan Ibukota Kecamatan Tigaraksa berjarak   :  2,5 Km
2.       Dengan Ibukota Kabupaten Tigaraksa berjarak    :  2 Km
3.       Dengan Ibukota Propinsi Banten berjarak            :  60 Km

BATAS WILAYAH
        Desa Pete mempunyai batas wilayah sebagai berikut :
·         Sebelah utara berbatasan dengan Desa Pematang
·         Sebelah timur berbatasan dengan Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa
·         Sebelah selatan berbatasasn dengan Desa Jengjing dan Desa Munjul
·         Sebelah barat berbatasan dengan Desa Tegal Sari
 Kependudukan Desa Pete , Bulan April 2012
No.
Perincian
WNI ASLI
WNI KET
WNA
Jumlah
L
P
L+P
L
P
L+P
L
P
L+P
L
P
L+P
1
 Penduduk awal
6570
6463
13037
14
15
29
0
0
0
6589
6463
13052
2
 Lahir
51
56
107
0
0
0
0
0
0
51
56
107
3
 Meninggal
25
17
42
0
0
0
0
0
0
25
17
42
4
 Datang
36
31
67
0
0
0
0
0
0
36
31
67
5
 Pindah
54
43
97
0
0
0
0
0
0
54
43
97
Jumlah
6578
6470
13068
14
15
29
0
0
0
6597
6470
13087

                Desa Pete mempunyai 2 (dua) iklim yaitu penghujan dan kemarau. Iklim yang mempengaruhi  Desa Pete adalah Iklim Tropis dengan angin bertiup dari arah utara ke seletan dengan          kecepatan 15 Km dan curah hujan rata-rata 27,8 mm/ tahun.

KEADAAN SOSIAL DAN EKONOMI
1.       Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk Desa Pete sampai tahun 2010 tercatat sebanyak : 6399 jiwa, terdiri dari laki-laki : 6039 jiwa, dan perempuan : 3835 jiwa dan jumlah kepala keluarga : 1821 kepala keluarga. Secara rinci klasifikasi penduduk menurut kelompok umur sebagai berikut :
      Jumlah Penduduk Berdasarkan Kewarganegaraan
        1.1          WNI laki-laki                     : 6399 orang
                       WNI perempuan                : 6039 orang
        1.2          WNA laki-laki                    :   - orang
                       WNA perempuan               :   - orang
Dilihat dari berbagai aspek, maka Desa Pete yang wilayahnya seluas 260,99 Ha yang mempunyai fungsi penyangga dari berbagai aspek kehidupan yang tentunya sangat mempengaruhi berbagai pembangunan dan sebagai alat dari pekembangan teknologi, transformasi dan telekominikasi yang semakin luas dan kompleks dengan jumlah penduduk: 7382 jiwa didukung dari sarana dan prasarana pendidikan dari tingkat Taman kanak-kanak (TK) sampai dengan tingkat SLTA.
       
PENDIDIKAN
                Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi pembangunan manusia seutuhnya guna mencerdaskan dan meningkatkan kehidupan bangsa. Pendidikan dimaksud sebagai wadah untuk membina mendidik dan memajukan pola pikir bangsa Indonesia agar tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berilmu, disiplin bertakwa kepada Tuhan YME serta mempunyai dedikasi yang tinggi dalam melanjutkan cita-cita perjuangan bangsa.
                Tingkat kemajuan suatu bangsa salah satunya ditentukan oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Hal ini sangat dipengaruhi oleh tingkat partisipasi penduduk dalam hal pendidikan, penyedia sarana prasarana yang memadai.
                Perkembangan pendidikan 2 tahun terakhir (2007-2008) dan tingkat partisipasi sekolah menunjukan pekembangan ke arah yang lebih baik, terlihat dari jumlah siswa.

POTENSI DESA

Potensi adalah sumber daya yang berada pada suatu wilayah yang dapat digali  dan dimanfaatkan/dikembangkan, potensi ini dibagi menjadi 2 kategori yaitu :
1.       Potensi Umum
Sumber daya material yang dapat dimanfaatkan secara bersama/umum oleh masyarakat,  di Desa Pete potensi umumnya yaitu pertanian.
2.       Potensi khusus
Semua sumber daya material dan non material yang dimiliki secara pribadi oleh masyarakat, di Desa Pete potensi khususnya Home Industri (kerajinan sepatu, tas).

                                          
MASALAH YANG ADA DI DESA PETE
Adapun permasalahan yang ada berdasarkan hasil survei dusun sendiri/Transek oleh tim Transek di Desa Pete adalah adanya limbah organik (sampah) oleh masyarakat sekitar yang pengelolanya tidak bertanggung jawab dalam pembersihan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Yang mengakibatkan adanya pencemaran air bersih dan pencemaran udara(bau) sehingga menyebabkan adanya gangguan kesehatan. Sampah yang semakin menumpuk tidak dikelola secara baik mengakibatkan penyumbatan pada saluran air sehingga menimbulkan bencana banjir jika air sungai meluap saat musim hujan.

IDE/KONSEP TEKNOLOGI UNTUK MEMPERCEPAT PERTUMBUHAN EKONOMI DESA




Aktifitas Petani
Alat sprayer dan aplikator (penyemprot dan penyiram) untuk tanaman hortikultura. semangatnya berkarya  terinspirasi dari sang proklamator, “Soekarno pernah berpidato di depan para pemuda dan masyarakat, dan ketika itu rasanya saya merinding, tuturnya begini ‘Pemikiran, tindakan dan karya adalah indikasi bangsa yang merdeka. Apa Karyamu? Apa Kontribusimu?’ Jadi saya ingin berkarya melalui ilmu saya, bukankah sebaik baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain.”



Pada gambar di di atas, dapat dilihat skema Solar Water Pump System (Pompa Air Tenaga Surya). Dimana pompa mendapat pasokan energi langsung dari panel surya untuk memompa air hingga ketinggian (Head) dan jarak yang diperlukan.

Pada waktu pagi hingga sore hari dimana intensitas cahaya matahari cukup, secara otomatis pompa akan bekerja. Setelah sore hari saat cahaya matahari terus berkurang hingga berhenti (malam hari), pompa otomatis akan berhenti bekerja. Demikian seterusnya setiap pagi hingga sore pompa akan bekerja rata-rata 8 jam per hari untuk mengisi reservoir sesuai dengan kapasitas yang diperlukan.
Tidak direkomendasikan untuk menyimpan energi listrik dalam battery (akumulator), tetapi direkomendasikan menyimpan air dalam tangki penampung / tandon air (reservoir).
Untuk membangun Sistem Pompa Air Tenaga Surya dengan desain dan anggaran yang tepat, diperlukan survey lokasi yang intensif guna mengukur jarak dan ketinggian (head) mulai dari sumber air, tangki penampung (reservoir), hingga daerah pelayanan serta kapasitas yang dibutuhkan untuk mensuplai area pelayanan (masyarakat pengguna).
Survey ini sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahan dalam perhitungan desain yang sangat berpengaruh terhadap nilai investasi yang diperlukan.